Pengertian Tabayun
Pengertian Tabayun
Tabayun berasal dari kata tabayyana yatabayyanu yang berarti jelas, terang, atau tampak. Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah beliau berpendapat bahwa kata fatabayyanu artinya telitilah dan bersungguh-sungguh. Mawardi Siregar menuliskan dalam jurnalnya yang berjudul Tafsir Tematik Tentang Seleksi Informasi, sebagaimana dia mengutip kitab dari al-Syawkani yang berjudul Fath al-Qadir bahwa kata tabayyun ialah alta’arruf wa tafahhus yang berarti mengidentifikasi dan memeriksa atau mencari tahu masalah atau berita yang sedang terjadi.
Kata tabayun memang sangat banyak pengertiannya. Akan tetapi, semuanya mempunyai titik makna yang sama. Pengertian tabayun lebih condong kepada menyelidiki, mencari tahu berita, sampai tampak ataupun jelas kebenarannya. Apalagi di zaman sekarang sangat penting untuk bertabayun. Tabayun adalah sikap tidak tergesa-gesa dalam menilai sesuatu dengan didahului oleh upaya mencari informasi yang benar serta meneliti dan memerikasa kebenarannya, sedangkan pengertian secara istilah dalam Islam adalah sikap tidak terburu-buru atau hati-hati, seksama dan teliti dalam memberi gambaran atau penilaian terhadap apa saja yang terjadi pada kaum muslimin atau manusia secara keseluruhan, dan terhadap jalan menerima informasi tentang gambaran atau penilaian tersebut, dengan pemahaman yang dalam atau penelitian yang seksama terhadap kenyataan dan kondisi.
Tabayun
adalah usaha untuk memastikan dan mencari kebenaran dari sebuah
fakta dan informasi sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan. Perintah untuk
melakukan tabayyun merupakan perintah yang sangat penting. Allah Swt.
memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bersikap hatihati dan mengaharuskan
untuk mencari bukti yang terkait dengan berita atau kabar yang terkait dengan
tuduhan yang menyangkut identifikasi seseorang.
Kandungan
Surah al-¦ujurāt [49] ayat 6
Ayat
ini menguraikan bagaimana berlaku dengan sesama manusia, termasuk kepada orang
fasik. Diawali dengan tuntunan bagaimana menghadapi orang fasik, Allah Swt.
berfirman, “Wahai orang-orang yang
beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita yang
penting, maka ja-nganlah kamu tergesa-gesa menerima berita itu, tetapi
telitilah terlebih dahulu kebenarannya. Hal
ini penting dilakukan agar kamu tidak mence-lakakan suatu kaum karena kebodohan
atau kecerobohan kamu mengikuti berita itu yang akhirnya kamu menyesali
perbuatanmu itu yang terlanjur kamu lakukan.”
Ayat
ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim agar berhati-hati dalam menerima
berita terutama jika bersumber dari orang yang fasik. Perlunya berhati-hati
dalam menerima berita adalah untuk menghindarkan penyesalan akibat tindakan
yang diakibatkan oleh berita yang belum diteliti kebenarannya. Selanjutnya ayat
ini memberi nasihat kepada orang yang beriman untuk mengikuti Rasulullah saw.
dalam semua petunjuknya. Rasulullah saw. adalah orang yang sepatutnya dihormati
dan dipatuhi semua petunjuknya karena beliau senantiasa dalam bimbingan wahyu
Ilahi. Dengan bimbingan Rasulullah saw., Allah Swt. menjadikan kamu, wahai para
sahabat yang setia, cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam
hatimu sehingga kamu mudah menjaga diri dari dosa serta menjadikan kamu benci
kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan sehingga mudah bagi kamu melakukan
ketaatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti secara mantap jalan yang
lurus. Hal yang demikian itu adalah sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan
Allah Maha Mengetahui siapa yang pantas mendapat anugerah-Nya, Mahabijaksana
dalam mengatur se-gala urusan.
Sumber
: Shihab,
M. Quraish .2002. Tafsir Al-Misbah. Lentera Hati: Jakarta.
https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-49-al-hujurat/ayat-6
Post a Comment for "Pengertian Tabayun"