Mengenal para Malaikat
Sifat Malaikat
Malaikat
merupakan makhluk ciptaan Allah Swt. yang memiliki kesamaan dengan manusia
yaitu untuk beribadah kepada Allah Swt. Malaikat sendiri harus diyakini
keberadaannya, karena yakin dengan adanya malaikat termasuk rukun iman yang
kedua. Malaikat diciptakan oleh Allah Swt. dari nur (cahaya). Malaikat
diciptakan memiliki tugas yang telah diberikan oleh Allah Swt. Malaikat adalah
makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. tidak makan dan minum dan juga tiak
mempunyai nafsu seperti manusia. Malaikat merupakan makhluk yang selalu taat
kepada Allah Swt. dan tidak pernah membangkang kepadaNya. Malaikat selalu
beribadah kepada Allah Swt. tiada henti dan mereka senang mencari dan
mengelilingi majlis dzikir. Malaikat mempunyai kemampuan yang diberikan oleh
Allah Swt. yaitu mereka dapat mengubah bentknya seperti manusia atau yang
lainnya.
Sebagai
makhluk ciptaan Allah Swt., malaikat juga mempunyai sifat. Macam-macam sifat
yang dimiliki oleh malaikat, di antaranya selalu patuh dan taat atas perintah
Allah Swt., malaikat tidak memiliki jenis kelamin, malaikat tidak makan dan
minum, malaikat mampu merubah dirinya sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah
Swt., dan malaikat selalu mendoakan hamba Allah Swt. yangg duduk menunggu untuk
salat berjamaah. Malaikat merupakan makhluk yang bersifat gaib (tidak dapat
diindera oleh indera manusia) tetapi keberadaannya dapat diyakini. Meskipun
demikian, terdapat beberapa keterangan baik dalam al-quran maupun hadits yang
menggambarkan wujud malaikat ketika menampakkan diri di hadapan manusia yang
dikehendaki Allah Swt. untuk dapat melihatnya, seperti halnya para Rasul. Dalam
Surah al-Fatir [35] ayat 1 menggambarkan perwujudan malaikat itu adalah sosok
yang bersayap, tetapi tentunya tidaklah seperti burung yang selama ini kita
ketahui. Perwujudan malaikat sebagai sosok yang bersayap ini pun diungkap dalam
sebuah hadits yangdiriwayatkan Bukhari berikut.
Telah
bercerita kepada kami Qutaibah telah bercerita kepada kami Abu 'Awanah telah
bercerita kepada kami Abu Ishaq asy-Syaibaniy berkata, “Aku bertanya kepada Zirra bin Hubaisy tentang firman Allah Ta'ala QS
an-Najm ayat 9-10 ‘Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. Fa awhaa ilaa 'abdihii maa
awhaa’ (Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur
panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya
(Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan). Dia berkata, “telah bercerita kepada
kami Ibnu Mas'ud bahwa Beliau saw. telah melihat Jibril yang memiliki seratus
sayap”.
Tugas Malaikat
Di antara sekian dari banyaknya
malaikat itu, terdapat 10 yang utama. Berikut tugas malaikat yang sepuluh
menukil Tafsir Al-Asas oleh H. Darwis Abu Ubaidah:
1.
Malaikat Jibril, bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah Swt. Dikenal juga dengan
sebutan Ruhul Qudus' sebagaimana
dalam Surah al-Baqarah ayat 87, Ruhul
Amin sebagaimana dalam Surah asy-Syu'ara ayat 192—194, dan Namus sebagaimana dalam Hadis Nabi saw.
riwayat dari Aisyah. Sementara nama Jibril sendiri termaktub dalam Surah
al-Baqarah ayat 97—98.
2.
Malaikat Mikail, ditugaskan oleh Allah Swt. untuk mengatur urusan hujan serta
tumbuh-tumbuhan sesuai yang ketentuan-Nya. Selain itu, malaikat Mikail bertugas
memberi rezeki kepada manusia yang telah diurus oleh-Nya. Penyebutan nama
Mikail tercantum dalam Surah al-Baqarah ayat 98.
3.
Malaikat Israfil, diberi tugas untuk meniup terompet sangkakala yang kelak akan
ditiup pada hari kiamat. Jumlah tiupan yang dilakukan oleh malaikat Israfil
sebanyak tiga kali; tiupan pertama menimbulkan ketakutan, tiupan kedua
mematikan semua makhluk, dan tiupan ketiga membangkitkan kembali semua makhluk.
4.
Malaikat Izrail, bertugas mencabut nyawa semua makhluk Allah Swt. yang bernyawa.
Sebenarnya nama Izrail tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadits
yang shahih, melainkan penyebutannya hanya Malaikat Maut. Sebagaimana
disebutkan Nabi SAW dalam hadits dari Abu Umamah, “Dan sesungguhnya Allah telah mewakilkan kepada Malaikat Maut untuk
mengambil (mencabut) semua arwah kecuali bagi orang yang mati syahid di laut,
karena Allah yang langsung mengambil arwah-arwah mereka. Allah mengampuni semua
dosa orang yang mati syahid di daratan kecuali hutang, sedangkan untuk orang
yang mati syahid di laut diampuni Allah semua dosanya termasuk hutang.” (HR
Ibnu Majah)
5.
Malaikat Munkar, bertugas menanyakan dan memeriksa manusia di alam kubur mengenai
amal perbuatan mereka ketika masih hidup di dunia. Rasulullah saw. pernah
menuturkan nama malaikat ini dalam sabdanya dari Abu Hurairah, “Apabila mayat (salah seorang di antara kamu)
selesai dikuburkan, datanglah kepadanya dua malaikat yang berwarna hitam ke
abu-abuan. Satu bernama Munkar dan yang satunya lagi bernama Nakir.” (HR
Tirmidzi)
6.
Malaikat Nakir,
bertugas sama dengan Malaikat Munkar, yakni dalam menanyai manusia di amalm
kubur tentang amal mereka.
7.
Malaikat Raqib,
ditugaskan Allah Swt. untuk mencatat segala amal baik yang dikerjakan manusia,
baik yang telah dilakukan, sedang dilaksanakan, maupun rencana baik yang hendak
ditunaikan.
8.
Malaikat Atid,
kebalikan dari Malaikat Raqib, Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk
manusia yang telah dilakukan. Diketahui bila seseorang yang mengerjakan dosa
atau maksiat, maka keburukannya tidak langsung ditulis oleh malaikat Atid,
melainkan akan ditunggu terlebih dahulu sekian waktu. Allah Swt. bermaksud
demikian agar para hamba bertaubat terlebih dahulu dan menyesali perbuatannya
sehingga tak terhitung dosa.
9.
Malaikat Malik,
ditugaskan dalam menjaga pintu neraka. Mereka dikenal juga sebagai malaikat Zabaniyah.
10. Malaikat
Ridwan, bertugas sebagai malaikat penjaga surga. Meski
namanya tak tercantum jelas dalam Al-Qur'an dan Hadis, tetapi para ulama
berpendapat demikian.
Sumber : Amsal, Bakhtiar. 2007. Filsafat
Agama Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6563667/10-malaikat-dan-tugasnya-menyampaikan-wahyu-menjaga-surga
Post a Comment for "Mengenal para Malaikat"